Bahasa Melayu
Provinsi Kepulauan Riau

    
 

Bahasa Melayu dituturkan di Provinsi Kepulauan Riau. Bahasa Melayu di Provinsi Kepulauan Riau terdiri atas 15 dialek, yaitu (1) dialek Pesisir, (2) dialek Kundur, (3) dialek Bintan-Karimun, (4) dialek Pecong, (5) dialek Karas-Pulau Abang, (6) dialek Malang Rapat-Kelong, (7) dialek Mantang Lama, (8) dialek Rejai, (9) dialek Posek, (10) dialek Merawang, (11) dialek Berindat-Sebelat, (12) dialek Arung Ayam, (13) dialek Kampung Hilir, (14) dialek Pulau laut, dan (15) dialek Ceruk.

            Dialek Kundur dituturkan di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Bintan-Karimun dituturkan di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Pecong dituturkan di Kelurahan Pecong, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Karas-Pulau Abang dituturkan di Kelurahan Karas dan Kelurahan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Malang Rapat-Kelong dituturkan di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, dan Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Mantang Lama dituturkan di Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Rejai dituturkan di Desa Rejai, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepualau Riau. Dialek Posek dituturkan di Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Merawang dituturkan di Desa Merawang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Berindat-Sebelat dituturkan di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Arung Ayam dituturkan di Desa Arung Ayam, Kecamatan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Kampung Hilir dituturkan di Kampung Hilir, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Pulau laut dituturkan di Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Dialek Ceruk dituturkan di Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

            Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan antardialek menunjukkan beda dialek yang berkisar 51%—80%. Sementara itu, isolek Melayu merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100% jika dibandingkan dengan bahasa Banjar.

            Bahasa Melayu di Indonesia memiliki delapan puluh tujuh dialek. Adapun bahasa Melayu dituturkan di wilayah Provinsi Sumatra Utara terdiri atas 11 dialek, yaitu (1) dialek Stabat Lama, (2) dialek Secangang (Langkat), (3) dialek Sungai Sakat (Labuhan Batu), (4) dialek Cinta Air, (5) dialek Hamparan Perak, (6) dialek Dolok Manampang (Deli Serdang), (7) dialek Tanjung Balai Asahan, (8) dialek Muara Sipongi (Tapanuli Selatan), (9) dialek Sorkam (Tapanuli Tengah), (10) dialek Binjai, dan (11) dialek Medan.

            Bahasa Melayu yang dituturkan di wilayah Provinsi Riau terdiri atas satu dialek, yaitu dialek Pesisir. Bahasa Melayu di Provinsi Kepulauan Riau terdiri atas 15 dialek, yaitu (1) dialek Pesisir, (2) dialek Kundur, (3) dialek Bintan-Karimun, (4) dialek Pecong, (5) dialek Karas-Pulau Abang, (6) dialek Malang Rapat-Kelong, (7) dialek Mantang Lama, (8) dialek Rejai, (9) dialek Posek, (10) dialek Merawang, (11) dialek Berindat-Sebelat, (12) dialek Arung Ayam, (13) dialek Kampung Hilir, (14) dialek Pulau laut, dan (15) dialek Ceruk.

            Bahasa Melayu yang dituturkan di wilayah Provinsi Jambi terdiri atas delapan dialek, yaitu (1) dialek Tanjung Jabung Timur, (2) dialek Kota Jambi, (3) dialek Muarajambi, (4) dialek Batanghari, (5) dialek Tebo, (6) dialek Bungo, (7) dialek Sarolangun, dan (8) dialek Marangin. Bahasa Melayu dituturkan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri atas lima dialek, yaitu (1) dialek Ranggi Asam, (2) dialek Tua Tunu, (3) dialek Jeriji, (4) dialek Tempilang, dan (5) dialek Mayang. Bahasa Melayu dituturkan di wilayah Provinsi Sumatra Selatan terdiri atas sembilan dialek, yaitu (1) dialek Palembang Sukabangun, (2) dialek Kisam, (3) dialek Muara Saling, (4) dialek Selangit, (5) dialek Rupit, (6) dialek Bentayan, (7) dialek Palembang 16 Ulu, (8) dialek Padang Bintu, dan (9) dialek Talang Ubi.

Bahasa Melayu yang terdapat di Provinsi DKI Jakarta terdiri atas dua dialek, yaitu (1) dialek Betawi Pusat dan (2) dialek Betawi Pinggiran (Ora). Bahasa Melayu di Provinsi Jabar mempunyai satu dialek, yaitu dialek Betawi. Bahasa Melayu di Provinsi Bali juga hanya mempunyai satu dialek, yaitu  dialek Loloan. Bahasa Melayu di Provinsi NTB juga mempunyai satu dialek, yaitu dialek Kampung Melayu.

Bahasa Melayu di Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas tujuh dialek, yaitu (1) dialek Banua, (2) dialek Banjar Samarida, (3) dialek Kutai Kota Bangun, (4) dialek Badeng, (5) dialek Kutai Muara Lesan, (6) dialek Kutai Muyup Ulu, dan (7) dialek Kahala. Bahasa Melayu Kalimantan Tengah terdiri atas tiga dialek, yaitu (1) dialek Mendawai, (2) dialek Kumai (Sei Konyer) dan (3) dialek Kotawaringin Hulu.

Bahasa Melayu di Provinsi Sulawesi Utara terdiri atas satu dialek, yaitu dialek Malalayang Satu. Bahasa Melayu di Provinsi Maluku Utara terdiri atas dua dialek, yaitu (1) dialek Ternate dan (2) dialek Gorap. Bahasa Melayu di Provinsi Maluku terdiri atas empat dialek, yaitu (1) dialek Ambon (Kayeli, Bula), (2) dialek Ambon Teon, (3) dialek Luang Timur, dan (4) dialek Teranggan Timur. Bahasa Melayu juga dituturkan di wilayah Provinsi NTT dan Provinsi Papua.